Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kumpulan Doa

Subhanallah, Menjelang Berbuka Puasa Dan Menjelang Makan Sahur Adalah Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Gambar
Reportaseterkini.net - Ada suatu waktu yg mustajab utk berdoa, dimana doa tsb tdk akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdoa saat "MENJELANG BERBUKA PUASA & MENJELANG MAKAN SAHUR" Tetapi sayangnya banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya. Di Mekkah & Madinah, satu jam sblm adzan maghrib org2 sdh menengadahkan tangan ke langit berdoa utk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mrk berdoa dg syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mrk mengalir deras.. Ya, berdoa meminta kpd Allah yg Maha Kaya... Kesalahan yg dilakukan kaum muslimin kita disini (indonesia) yaitu dg menyia2kan wkt yg sangat mustajab ini dg cara ngabuburit menjelang adzan maghrib..!!! kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka, & mrk sdh merasa cukup dg hanya membaca "Allahuma lakasumtu....atau dzahaba zhoma'u....", pdhal hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur.. Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit seblm adzan maghrib (sdh ...

Ternyata Selama ini Kita Keliru, Ini Doa Berbuka Puasa yang benar Sesuai Hadist Nabi

Gambar
Reportaseterkini.net - Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca do’a berikut ini, ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه ُ “Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud no. 2357. hadits ini hasan) Adapun do’a berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin yaitu, اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت ُ “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad yang terputus. (Lihat Irwaul Gholil, 4/38) Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thob...